Domain provided by Idcloudhost
Hosted by Vercel
Created using Jekyll

Musikku, Hidupku

"Ini isinya apa ya?", mungkin itulah kalimat yang terlontar saat Anda membaca judulnya. Kalau Anda membaca judulnya, Anda tidak salah dengar. Artikel ini membahas tentang musik favorit saya saat sedang memasuki berbagai mode aktivitas (otak saya memang bisa diibaratkan seperti mesin, ada mode nya juga). Bukan mode turbo, slow, atau yang sejenisnya itu. Mode disini maksudnya adalah mode merenung, mode belajar, dan mode meneliti. (penjelasannya akan sedikit melebar dari judul, jadi harap dimaklumi dan dipahami ya.)

Siapa yang tidak menyukai musik? Pastinya, banyak orang yang menyukai musik (berdasarkan pengamatan saya). Dari musik dangdut, pop, rock, atau apalah itu (saya tidak terlalu paham). Menurut pengalaman saya mendengarkan musik, musik sendiri bisa menenangkan jiwa saat sedih, membuat kita senang dikala kita sedang senang (maksudnya, menambah kebahagiaan). Kadang, bisa juga memancing tawuran antar warga (saya belum pernah ikut tawurannya ya, hanya melihatnya di orkes-orkes yang ada di internet). Itulah kekuatan dari musik, sebuah produk ciptaan manusia yang dibuat dengan analisis SWOT yang alakadarnya, tapi dibungkus marketing yang hebat.

Sebagai produk yang "bisa mempengaruhi emosi", harusnya musik bisa masuk ranah Produk Kreatif di SMK (eh, saya malah membahas mata pelajaran Produk Kreatif di SMK). Musik sendiri bisa menyejukkan jiwa, dan menenangkan jiwa. Musik bisa menjadi kajian ilmiah (ilmiah disini bukan nama orang ya), bisa juga menjadi bahan renungan (bahkan siraman rohani kalau lagunya adalah lagu religi).

Dari sedikit penjelasan tentang musik diatas, saya akan beralih ke musik favorit saya. Untuk genre musik, saya tidak bisa menjelaskan genre favorit saya, karena saya agak kurang paham dengan genre musik yang ada di dunia. Kalau untuk lagu favorit, saya suka memutar lagu "Jika" dari Melly Goeslaw (apalagi yang versi duetnya dengan Ari Lasso, sangat menyejukkan jiwa). Lagu ini biasa saya putar di berbagai mode aktivitas otak. Kalau untuk lagu yang spesifik ke modenya, ya tidak ada. Semua mode aktivitas saya lakukan diiringi lagu yang satu ini. Selain lagu itu, saya juga membuat playlist lagu sendiri dirumah. Berikut ini daftar 15 lagu yang paling sering saya putar (diurutkan berdasarkan frekuensi pemutaran):

  1. "Jika" dari Melly Goeslaw feat Ari Lasso
  2. "Kubahagia" dari Melly Goeslaw
  3. "Atas Nama Cinta" dari Rossa
  4. "Ayat-Ayat Cinta" dari Rossa
  5. "Malam Pertama" dari Rossa
  6. "Rela" dari Inka Christie
  7. "Hati Siapa Tak Luka" dari Poppy Mercury
  8. "Satukanlah Hati Kami" dari Poppy Mercury
  9. "Benci Kusangka Sayang" dari Arief
  10. "Hutang Pok Amai-Amai" dari Floor 88
  11. "My Heart" dari Aca Septriasa feat Irwansyah (ini lagu berbahasa Indonesia yang judulnya unik. Yang itu lho, yang liriknya "Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini akan tegar.")
  12. "Ketika Cinta Bertasbih" dari Melly Goeslaw
  13. "Takut" dari Blink
  14. "Sudah Cukup Sudah" dari Nirwana
  15. "Mistaneek" dari Humood (ini lagu berbahasa arab)

Selain 15 lagu diatas, ada banyak lagu lain yang pernah saya putar (tapi sangat jarang disentuh). Pada saat artikel ini ditulis, saya memiliki 240-an lagu dari berbagai bahasa dan genre. Tapi, dari sebanyak itu koleksi lagu saya (yang total sudah menghabiskan sekitar 1 GB ruang penyimpanan), hanya 15 lagu diatas yang paling sering saya putar. Bahkan, urutan pertama sampai keempat saya putar dengan mengatur pemutar lagu agar mengulangi salah satu dari keempatnya terus menerus (setingan repeat: one kalau di Windows Media Player di Windows 11). List diatas dikumpulkan dari ingatan saya selama 6 tahun pengumpulan data (periode 2016-2022).

Lagu-lagu diatas selalu menjadi penyejuk jiwa dikala saya sedih, dikala saya sedang berganti mode (dari mode belajar yang menghabiskan 24 jam sehari), dan saat otak saya sedang lag (maklum, kebiasaan berganti mode menyebabkan prosesor dan RAM otak saya sering habis. Ibaratkan saja aktivitas otak saya seperti menjalankan 3 VM lewat virtualbox, dimana setiap VM membuka database server yang diakses oleh 200an orang per VM nya, menggunakan 2 core per VM dengan RAM 6 GB per VM. Kalau sedang berpindah VM, terlihat kan lag nya?). Dan Anda semua perlu tahu, kalau lagu-lagu favorit saya ini juga kadang bisa mengingatkan saya akan sesuatu disaat saya lupa hal itu (walaupun tidak sering, dan kadang di momen yang tidak tepat).

Misalnya, lagu "Kubahagia" dari Melly Goeslaw yang bisa mengingatkan saya kalau masa-masa remaja itu bukanlah masa yang terlalu berat, dan perlu dijalani dengan sukacita sebagai persiapan menuju masa depan (dalam lirik "Dalam hidup ini, arungi semua cerita indahku. Saat-saat remaja yang teridah, tak bisa terulang"). Ya, saya tidak terlalu paham kisah dibalik lagu-lagu yang saya putar selama ini, bagaimana lagunya bisa terbuat seperti itu. Yang saya tahu, lagu-lagu tersebut diatas punya kedalaman makna, menggambarkan suasana jiwa sang penyanyi dan penciptanya, serta bisa diterjemahkan untuk mendapatkan pesan positifnya.

Sekian penjelasan singkat dari saya tentang lagu favorit yang sering saya putar. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. Jangan berhenti mendengarkan musik, putar musiknya selama yang Anda butuhkan. Musik penyejuk jiwa, musik penenang hati, musikku, hidupku. Salam hormat dari saya.