Domain provided by Idcloudhost
Hosted by Vercel
Created using Jekyll

Abstract:

2 bulan setelah artikel Analisis Motif Para Pelaku Kejahatan diterbitkan, saya melihat bahwa kecerdasan buatan sudah berkembang, salah satu buktinya adalah dengan adanya ChatGPT dan jenis-jenis kecerdasan buatan yang lainnya. Hal ini di satu sisi merupakan suatu hal yang bagus, karena bisa digunakan untuk membantu kita mengerjakan sesuatu. Namun di sisi lain, kecerdasan buatan ini dapat menimbulkan ketergantungan pada golongan tertentu. Golongan orang-orang yang tidak melakukan validasi atas apa yang mereka dapatkan di chatbot ini bisa menjadi masalah bagi kita. Oleh karena itu, artikel ini hadir sebagai jalan untuk saya menyampaikan opini saya terkait dengan kecerdasan buatan ini. Harapannya, kita bisa mengambil manfaat dari kecerdasan buatan tanpa harus tergantung padanya, serta memiliki kemampuan "critical thinking" dalam memvalidasi informasi dan mencernanya.


Content:

1. Latar Belakang

Kecerdasan buatan (atau yang juga dikenal sebagai Artificial Inteligence, AI) adalah wujud dari sistem terkomputerisasi cerdas yang mampu menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di era modern ini. AI ini terdiri dari berbagai macam model, namun semuanya dibuat untuk 1 tujuan: memudahkan manusia dalam mengerjakan tugas sehari-hari. Namun, perkembangan AI ini dapat menyebabkan ketergantungan bagi orang-orang yang tidak bisa mengendalikan penggunaan nya. Informasi yang ditelan mentah-mentah juga merupakan salah satu dampak negatif dari penggunaan AI ini.

2. Pembahasan

3. Penutup

4. Penafian

Artikel ini dibuat murni atas opini pribadi saya dan tidak mewakili pihak manapun. Link ChatGPT yang saya letakkan di abstrak hanyalah sebagai contoh jenis chatbot yang sering saya gunakan.

Pekalongan, 20 September 2023
Penulis


Yusuf Apriliyanto


Closing:

Diterbitkan Pada: 2023-09-20 08:00:00 +0000

Published On: 2023-09-20 08:00:00 +0000